Print this page
13
Agustus

Distrik Masirei Secara Garis Besar

 

Geografis

Distrik Masirei merupakan salah satu distrik di Kabupaten Waropen yang berbatasan dengan Selat Saireri di bagian utara, Kabupaten Mamberamo Raya di bagian timur, Distrik Demba di bagian barat, dan Distrik Kirihi di bagian selatan.

Secara umum, wilayah Distrik Masirei memiliki topografi dataran rendah dengan rata-rata ketinggian 10 meter di atas permukaan laut.

Distrik Masirei secara keseluruhan memiliki luas wilayah 297,15 Km2, yang terbagi menjadi 10 desa yaitu : Koweda, Bunggu, Sauri, Sirami, Sinonde, Kali Baru, Kowogi, Emauri, Obutai, dan Wairo.

Desa Koweda merupakan pusat pemerintahan Distrik Masirei. Berdasarkan jarak tempuh ke ibukota Kabupaten Waropen, Desa Koweda merupakan desa yang terdekat, sedangkan yang terjauh adalah Desa Kali Baru.

Semua akses ke ibukota kabupaten melalui jalur laut menggunakan perahu baik perahu tanpa motor, dengan motor, ataupun speed. Hal ini dikarenakan belum terdapat jalan melalui daratan.



Pemerintahan

Distrik Masirei memiliki 10 desa, yaitu Koweda, Bungu, Sauri, Sirami, Sinonde, Kali Biru, Kowogi, Emauri, Obutai, dan Wairo. Tiap desa memiliki aparat pemerintahan, yaitu kepala desa dan sekertaris desa. Setiap desa di distrik Masirei memiliki RW/RK
dan RT. Secara keseluruhan, desa di Distrik Masirei masuk dalam Klasifikasi Desa Swadaya.

Jika dilihat dari persentase kepala desa dan sekertaris desa berdasarkan jenis kelamin, dapat terlihat masih didominasi oleh
kaum laki-laki. Hal ini menunjukkan belum adanya partisipasi wanita dalam struktur aparat desa di Distrik Masirei.


Kependudukan

Berdasarkan data dari dinas kependudukan catatan sipil dan tenaga kerja kabupaten Waropen tahun 2015, jumlah penduduk Distrik Masirei adalah 2.137 jiwa, yang terdiri dari 1.100 laki-laki dan 1.037 perempuan.

Dengan Kepadatan Penduduk 7 jiwa/Km2. Distrik Masirei memiliki seks rasio (perbandingan lakilaki dan perempuan) sebesar
106,08. Hal menunjukkan bahwa dalam 100 penduduk perempuan terdapat 106 penduduk laki-laki.

Berdasarkan piramida penduduk, dapat terlihat bahwa penduduk yang berada pada usia produktif (15-64 tahun) sebanyak 862 jiwa, dan yang berada pada usia belum/tidak produktif (0-14 tahun dan 65+ tahun) sebanyak 645 jiwa, dengan dependency rasio (Rasio
Ketergantungan) sebesar 74,83 persen.

Hal ini berarti penduduk usia produktif menanggung beban ketergantungan penduduk usia belum/tidak produktif sebesar 74,83 persen.



Pendidikan

Pendidikan memegang peranan yang cukup penting di dalam pembangunan suatu daerah. Hal ini dikarenakan peranannya pendidikan yaitu mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan suatu daerah, diperlukan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang layak. Pada Tahun Ajaran 2015/2016 Distrik Masirei memiliki 4 Sekolah Dasar (SD), 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 1 Sekolah menengah Kejuruan (SMK).

Untuk melihat efektivitas pendidikan, dapat dilihat dari indikator rasio murid-guru. Beban guru yang melebihi kondisi ideal dapat mempengaruhi kualitas pengajaran yang diberikan. Pada Tahun Ajaran 2015/2016, rasio murid-guru secara total di Distrik Masirei pada tingkat pendidikan SD sebesar 11:1 dan rasio murid-sekolah sebesar 66:1.

Pada jenjang SMP, rasio murid guru 16:1 dan rasio murid sekolah 170:1. Sedangkan untuk jenjang SMK, rasio murid guru 6:1 dan
rasio murid sekolah 71:1.


Kesehatan

Terciptanya masyarakat yang sehat menjadi salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh tiap pemerintah daerah. Dengan adanya masyarakat yang sehat, maka semua aktifitas dalam suatu daerah dapat berjalan secara optimal.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga taraf kesehatan masyarakat di suatu wilayah adalah dengan menyediakan sarana penunjang kesehatan yang baik, di antaranya rumah sakit dan puskesmas. Hingga tahun 2015, di Distrik Masirei tersedia 1 puskesmas, 1 pustu (puskesmas pembantu), dan 6 posyandu.


Sarana Ibadah

Pada tahun 2015, jumlah sarana tempat peribadatan di Distrik Masirei sebanyak 7 buah, yang hanya terdiri dari gereja Kristen. Meskipun demikian, keberadaan agama yang dianut di distrik ini ada tiga, yaitu Islam, Kristen, dan Katolik.



Pertanian

Tanaman Pangan

Salah satu mata pencaharian masyarakat di Kabupaten Waropen adalah Pertanian. Produktivitas dalam pertanian dapat diukur dari luas panen dan jumlah produksi hasil pertanian per tahun.

Tahun 2015, Dinas Pertanian Kabupaten Waropen mencatat luas panen tanaman pangan di Distrik Masirei mencapai 30 hektar dengan rata-rata produksi per hektar sekitar 28,23 ton. Dari jumlah rata-rata produksi tersebut, terdapat empat komoditas dari distrik Masirei yaitu ubi kayu (12,26 ton/ha), ubi jalar (10,11 ton/ha), keladi (4 ton/ha), dan jagung (1,86 ton/ha).

Perkebunan

Jumlah rumah tangga usaha perkebunan di Distrik Masirei adalah sebanyak 179 rumah tangga. Dari 179 rumah tangga tersebut, 165 rumah tangga merupakan rumah tangga usaha tanaman tahunan, dan sisanya rumah tangga tanaman semusim.

Peternakan

Jenis ternak yang diusahakan di distrik Masirei adalah ternak besar (sapi potong) dan ternak kecil (kambing dan babi). Selain ternak besar dan kecil, juga terdapat ternak unggas (ayam kampung). Jumlah ternak besar pada tahun 2015 adalah 14 ekor. Sedangkan jumlah ternak kecil adalah 28 ekor dan jumlah ternak unggas mencapai 1.518 ekor.

Kehutanan

Dari hasil Sensus Pertanian 2013, jumlah rumah tangga usaha kehutanan adalah 91 rumah tangga. Menurut jenis kegiatannya, ada terdapat 9 rumah tangga yang membudidayakan tanaman kehutanan, 53 rumah tangga yang memungut hasil hutan, dan 54 menangkap satwa liar.

Perikanan

Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Waropen, Jumlah rumah tangga usaha penangkapan ikan di Distrik Masirei tahun 2015 adalah sebanyak 49 rumah tangga, yang sebagian besar merupakan rumah tangga penangkapan ikan di laut (31
rumah tangga), dan sisanya di penangkapan ikan di perairan umum (18 rumah tangga).

Jika dilihat dari peralatan usaha yang digunakan, sebagian besar masyarakat Masirei menggunakan perahu tanpa motor yaitu sebanyak 30 rumah tangga. Sedangkan jika dilihat dari hasil produksinya, sebagian pesar berasal dari laut yaitu sebanyak 1.145 Ton.


Perdagangan

Perdagangan merupakan salah satu kegiatan yang memiliki peran di dalam struktur ekonomi suatu daerah. Sehingga diperlukan
ketersediaan sarana di dalam melakukan perdagangan.

Di Distrik Masirei, sarana perdagangan yang dimiliki ada 1 pasar dengan bangunan semi permanen, 1 pasar tanpa bangunan dan 5 toko/warung kelontong di Desa Koweda.

Sedangkan di desa lainnya belum terdapat sarana perdagangan. Sehingga Desa Koweda menjadi pusat perdagangan di Distrik Masirei. Selain itu, terkadang masyarakat Distrik Masirei membawa hasil pertanian (tanaman pangan, hortikultura, dan perikanan) ke ibukota Kabupaten.


Transportasi dan Komunikasi

Jalan merupakan salah satu infrastruktur yang penting dalam meyokong kegiatan perekonomian, khususnya untuk mobilitas penduduk dan barang.

Untuk itu, dibutuhkan sarana dan prasarana transportasi yang memadai, seperti jalan dan jembatan. Sarana untuk transportasi
dari dan ke desa di Distrik Masirei umumnya melalui jalan darat dan juga laut.

Di Distrik Masirei tidak terdapat jalan yang diaspal, karena sebagian besar jalannya hanya diperkeras, dan sisanya masih tanah. Desa Kali Baru merupakan desa yang hanya bisa ditempuh lewat laut.

Hal ini dikarenakan belum terdapat jalan darat yang menghubungkannya. Desa yang dapat diakses oleh kendaraan bermotor roda 4 adalah Desa Sinonde, Sauri, Sirami, Koweda, Bunggu, Kowogi, Emauri, Obutai, dan Wairo.

Distrik Masirei tidak memiliki satupun fasilitas komunikasi. Begitupula dengan fasilitas siaran televisi (baik menggunakan parabola ataupun TV Kabel), dan juga tidak tersedianya kantor pos. Selain itu, distrik ini juga tidak memiliki tempat penginapan maupun hotel.

 

Selengkapnya silahkan didownload pada link yang tersedia dibawah. (Sumber BPS Kab. Waropen)

Read 4036 times
Rate this item
(0 votes)
Waropenkab

Waropenkab.go.id

Latest from Waropenkab